Wednesday, November 6, 2013

Kampung Wae Rebo, Kampung Unik Di Atas Awan Flores.









Kampung Wae Rebo  (foto: yukpegi.com)
Ada sesuatu yang unik dari sebuah kampung yang terletak di kota Flores. Kampung Di Atas Awan, Kenapa bisa dinamakan kampung Di Atas Awan?. Kampung Wae Rebo atau dijuluki Kampung Di Atas Awan, Merupakan sebuah perkampungan unik nan eksotis yang letaknya di atas ketinggian dan jauh dari keramaian. Kampung Wae Rebo terletak di Desa Manggarai tua, dan berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, daerah terpencil di Pedalaman Manggarai, tepatnya di desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai Barat Flores, tetangga langsung ke Taman Nasional Komodo. Perjalanan menuju kampung ini dapat ditempuh selama 4 jam perjalanan dari Ruteng (desa yang terdekat), dengan berjalan kaki dengan medan yang mendaki bukit. 



Mbaru Niang Rumah adat penduduk Wae Rebo (Foto: http://indonesia.travel)
Keberadaan kampung ini sangat terpencil dan tersembunyi di atas pegunungan. Bahkan banyak penduduk sekitar belum mengetahui keberadaan kampung ini. Wisatawan lokal pun mungkin masih banyak yang belum mengetahui akan keberadaan kampung yang eksotis ini. Rata-rata yang berkunjung ke kampung ini adalah wisatawan mancanegara seperti wisatawan Belanda, Perancis, Jerman, hingga Amerika dan beberapa negara Asia. Mereka semua menyatakan kekaguman atas keindahan pemandangan di sekitar kampung wae rembo ini.

Ada yang unik dari kampung Wae Rebo ini. Dikampung ini dari pertama kali ada hanya terdapat 7 rumah, tidak lebih dan kurang. Rumah adat kampung Wae Rebo dinamakan Mbaru Niang, rumah yang memiliki bentuk seperti kerucut dengan tinggi sekitar 15 meter dan terbuat dari daun lontar atau rumbia. Mbaru Niang atau rumah adat ini dibangun dengan memiliki 5 lantai. Lantai pertama di beri nama Lutur, merupakan tempat tinggal yang punya rumah. Tempat ke-dua diberi nama Lobo, merupakan tempat menyimpan bahan makanan dan barang. Tempat ketiga dinamakan Lentar, merupakan tempat menyimpan benih jagung dan bibit tanaman. Tempat ke-empat dinamakan Lempa Rae, tempat menyimpan stock cadangan makanan dikala panen gagal karena kendala cuaca.  Tempat ke-lima dinamakan Hekang kode, merupakan tempat menyimpan sesajian bagi para leluhur.


Suasana kampung Wae Rebo (Foto: indonesia.travel)
Di dusun tradisional Wae Rebo ini hanya memiliki satu klan (marga) saja berbeda dengan dusun tradisional lainnya yang memiliki lebih dari satu klan (marga). Ada yang unik dari warga masyarakat dusun Wae Rebo ini, yaitu mereka dilarang memakan satu binatang yang sangat dikeramatkan, yaitu musang. Menurut tetua adat masyarakat Wae Rebo, Musang termasuk hewan yang berteman dengan leluhur mereka saat pertama kali datang ke Wae Rebo. Oleh karena itu mereka mempercayai bahwa Musang adalah bagian dari leluhur mereka.

Referensi http://indonesia.travel/

No comments:

Post a Comment

blognetwork

There was an error in this gadget